Tingkatkan Keterampilan Kifayah

oleh -11 views
Peserta-Pelatihan-Kifayah
BERI APRESIASI: Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi saat membuka kegiatan pelatihan kifayah di Kuningan Islamic Center (KIC), Kamis (17/12). Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN–Pemerintah daerah melalui Bagian Kesra Setda Kuningan mengadakan pelatihan kifayah bagi 64 peserta. Kegiatan yang digelar di Kuningan Islamic Center (KIC) ini, dibuka langsung Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi, Kamis (17/12).

Kabag Kesra Setda Kuningan H Nunung menyampaikan, bahwa pelatihan kifayah merupakan program rutin pemerintah daerah yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini diadakan melalui Subag Bina Mental Spiritual Bagian Kesra, sebagai bentuk implementasi visi misi Kuningan Maju (makmur, agamis, pinunjul) Berbasis Desa 2023.

Baca Juga: Usai Dilatih Keahlian, Langsung Diberi Peralatan

“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas wawasan, pengetahuan dan keterampilan kifayah dalam pengurusan jenazah. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 64 orang, terdiri dari Kasi Kesra Kecamatan dan petugas kifayah masing-masing berjumlah 32 orang,” kata Nurjati dalam keterangan persnya, kemarin (18/12).

Sementara itu, Wakil Bupati HM Ridho Suganda mengapresiasi langkah yang dilakukan Bagian Kesra Setda Kuningan. Sebab petugas kifayah ini sangat diperlukan dan penting, mengingat setiap manusia yang meninggal perlu adanya proses pengurusan jenazah sesuai dengan syariat agama Islam.

“Sebab kita ketahui bersama di lingkungan masyarakat terutama generasi muda saat ini cukup sulit mendapatkan petugas atau pengurus jenazah. Untuk itu, pelatihan fardu kifayah dimaksudkan sebagai wahana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai penyelenggaraan jenazah,” ungkapnya.

Menurutnya, penyelenggaraan jenazah saat ini masih didominasi oleh generasi orang tua. Padahal penyelenggaraan jenazah tidak akan pernah berhenti selama umat manusia masih ada.

“Oleh sebab itu, Pemkab Kuningan melalui Bagian Kesra tetap konsisten melaksanakan pelatihan fardu kifayah tiap tahun. Tujuannya untuk menambah serta mengembangkan wawasan tentang penyelenggaraan jenazah di masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya berharap, melalui pelatihan tersebut bisa menciptakan generasi baru yang mampu melaksanakan penyelenggaraan jenazah, sekaligus menyamakan persepsi tentang penanganan penyelenggaraan jenazah di tengah-tengah masyarakat.

“Dalam menerima bimbingan yang diberikan pemateri, saya mengingatkan peserta agar jangan dijadikan perdebatan apabila terdapat perbedaan. Hal tersebut lantaran merupakan suatu keniscayaan yang bisa diambil hikmahnya,” tuturnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.