Wisata di Kuningan Mahal, Bikin Kapok

oleh -268 views

KUNINGAN – Tarif tiket masuk objek wisata di Kabupaten Kuningan dinilai terlalu mahal oleh sebagian kalangan masyarakat. Bahkan, kondisi ini pun membuat kapok mereka untuk berwisata di Kuningan.

Seperti diterima rubrik Suara Warga Radar Cirebon, masyarakat menyampaikan keluhan mahalnya tiket masuk dan parkir sejumlah objek wisata tersebut. Seperti disampaikan pemilik akun Thatha Mmellya, menyampaikan keluhan objek wisata Cipaniis yang terbilang mahal. Dengan tarif masuk Rp 15.000 per orang ditambah parkir Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk motor, menurutnya terlalu mahal. Belum lagi harga makanan yang dijajakan pun mahal ditambah perilaku para pemilik warung yang tidak ramah.

“Kami berkunjung ke objek wisata Cipaniis, ada 13 orang  dewasa dan lima anak-anak bayar tiketnya sampai Rp 250.000. Tambah parkir untuk satu mobil dan empat motor Rp 30.000. Udah gitu, pas lagi duduk di pinggir kolam kami ditegur oleh pemilik warung. Katanya yang duduk di situ hanya untuk yang beli makanan di warung saja,” ketusnya.

Sementara wisatawan bernama Dadan Hamdani mengeluhkan tarif wisata Cibulan yang juga serba mahal. Selain harus membayar tiket masuk, kata Dadan, wisatawan juga harus dibebani biaya lagi untuk titip helm, parkir, rendam di kolam terapi ikan hingga masuk ke setiap sumur keramat.

“Saya hanya dengan istri dan anak saja sampai harus keluar biaya Rp 150.000. Padahal saya masih se-Kuningan. Mendingan ke Jungle Land Bogor bayar Rp 200.000 sudah puas banget,” ujarnya.

Sementara netizen pemilik akun Istiqomah Farqis menimpali, mahalnya harga tiket wisata di Kuningan membuatnya kapok. “Betul tuh..bikin kapok..serba mahal, sampe harga jajanan pun mahal mahal, yg murah cuman masuk gedung linggarjati doang yg murah 2000 perak,” ucapnya.

Sementara itu berdasarkan penelusuran Radar, harga tiket masuk sejumlah objek wisata di Kabupaten Kuningan memang rata-rata di kisaran Rp 15.000 per orang dengan tarif parkir Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk motor. Hanya beberapa objek wisata saja yang masih memberlakukan tarif di bawah Rp 15.000, itu pun untuk objek wisata yang terbilang baru buka.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan Toto Toharudin saat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tindakan sekaligus kajian. “Secepatnya saya akan kumpulkan para pengelola wisata untuk kita bina. Insya Allah dimulai dari desa wisata, berlanjut dengan pengelola objek wisata,” ujar Toto.

Toto pun menyampaikan apresiasi atas masukan dari masyarakat tersebut sebagai bahan koreksi dan evaluasi untuk kemajuan pariwisata Kabupaten Kuningan ke depan. “Terimakasih atas masukannya, itu menjadi koreksi yang bagus. Insya Allah akan ada langkah strategis kita. Kita akan lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) untuk memastikan pola layanan mereka,” pungkas Toto. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.